Wednesday, December 1, 2010

1 DESEMBER 2010 ini telah menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Kota Sawahlunto, 122 Tahun sudah usia sebuah kota kecil yang hampir terlupakan ini. Dulu pada saat jaman penjajahan Belanda tepatnya Tahun 1888, kota ini dikenal sebagai penghasil batubara berkualitas terbaik. Kota ini juga bahkan pernah menjadi penopang perekonomian sumatera barat, bahkan salah satu aset berharga bagi Indonesia. Setelah PT. Bukit Asam Ombilin menghentikan penggalian batubara dari perut bumi, maka mulai lah kota ini seperti kota mati. Satu persatu masyarakatnya meninggalkan kota ini dan mencari nafkah ke negri orang. Karna sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan dari kota kecil ini.


Hingga akhirnya, datanglah seorang penyelamat dari Putra Sawahlunto Asli. Bapak Ir. H. Amran Nur yang mendapat amanah dari masyarakat Kota Sawahlunto sebagai Walikota periode 2003/2008 yang berpasangan dengan Fauzi Hasan, disaat itulah Amran Nur dengan mata basah dan suara sedikit parau karena sedih melihat nasib kota kelahirannya, melontarkan sebuah kata kepastian, “Saya (Amran Nur) pulang dari perantauan untuk membangun kembali kampung halaman.” Dan perlahan tapi pasti, sejak dipimpin oleh Ir. H. Amran Nur pada tahun 2003, Kota Sawahlunto menggeliat. Tangan dingin bapak dari 2 orang putri ini berhasil mengangkat nama Kota Sawahlunto kembali ke permukaan dan kejayaan. Sekarang, Sawahlunto bukan hanya dikenal sebagai penghasil Batubara, tapi juga sebagai sebagai daerah kunjungan wisata.

Kini gendang pariwisata berbunyi, satu persatu wajah kota maupun sarana penunjang mulai unjuk diri Sumbar pun terguncang oleh buah tangan putra daerah dari Talawi Kota Sawahlunto dan kota ini mulai dengan gebyar nya bendera pariwisata pun berkibar megah langkah menuju kepastian untuk menemui jati diri kota ini pun mulai menjadi buah bibir Sumbar.

122 hari jadi Kota Tambang yang berbudaya di Tahun 2010 tepatnya 1 Desember, masyarakat dan pemimpin kota ini beserta segenap anggota dewan maupun tokoh agama, bundo kanduang, tokoh adat unsur pelajar, perantau dan beragam suku daerah yang menghuni Kota Sawahlunto (Multi Etnis) akan melaksanakan ritual Tahunan yaitu makan bajamba yang berlokasi ditengah pusat Kota Sawahlunto.

Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur, yang didampingi Wakil Walikota H. Erizal Ridwan mengatakan, makan bajamba adalah satu tradisi adat Minangkabau di Sumatera Barat yang dilaksanakan dalam upacara adat, pesta adat dan pertemuan pertemuan penting lainnya. Masyarakat menggelar makan bajamba lengkap dengan petatah petitih oleh Pemuka Adat (datuk) serta dihadiri oleh seluruh lampisan masyarakat.

Makan bajamba adalah prosesi makan secara bersama-sama yang diawali dengan petatah petitih adat Minangkabau oleh Pemuka Adat (Datuk) secara haraflah makan bajamba dialam Minangkabau mengandung makna yang sangat dalam, prosesi makan bersama ini untuk memunculkan rasa kebersamaan yang tanpa melihat status masyarakatnya.

Hal ini yang menarik untuk teradisi makan bajamba di Kota Sawahlunto, masyarakat yang beragam suku etnis, hidup harmonis saling menghargai biarpun berbeda latar belakang dan suku terlihat pada saat merayakan hari jadi Kota Sawahlunto semua bersuka ria merayakan dan memeriahkan ulang tahun Kota dengan Motto: Walau Berbeda Suku dan Budaya Tetapi Satu Dalam Membangun Sawahlunto Menuju Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya.

Siang ini Kota Sawahlunto di datangi wajah2 cantik dan ganteng dari negeri tetangga. 60 Orang siswa dan siswi dari Belia Terengganu setingkat SMP dan SMA melakukan kunjungan ke Kota Sawahlunto. Kegiatan ini adalah salah satu Program Kerja dari Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto yang juga sudah menjadi agenda kerja tahunan untuk melakukan pertukaran pelajar dari negara tetangga. Ada dari Singapore, Malaysia, Malaka, Terengganu dll. Kegiatan ini tentu saja mendukung tujuan Pemerintah Kota Sawahlunto yang sangat berambisi menjadikan Kota Sawahlunto sebagai Kota Tujuan Wisata yang Berbudaya.

Para Belia Terengganu ini nantinya akan di tempatkan di berbagai HOMESTAY yang ada di Sawahlunto. Dalam menyambut Belia Terengganu ini, CENDANA HOMESTAY juga ikut menjadi orang tua asuh untuk 10 Orang Belia yang terdiri dari 5 Orang Wanita dan 4 Orang Pria.

Kegiatan hari pertama ini, semua belia akan disambut oleh para Orang Tua Angkat yang sekaligus para pengelola Homestay Kota Sawahlunto. Acara penyambutan dilakukan di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Sawahlunto. Selanjutnya, para belia akan menuju rumah Orang Tua Angkat dan berinteraksi secara langsung dengan para Orang Tua Angkat dan Keluarganya.

Setelah beristirahat pada hari pertama ini, besok (selasa,30 Nov 2010) para belia akan mengikuti berbagai acara dan kegiatan yang sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto. Antara lain mengunjungi Museum Goedang Ransoem, Info Box, Loebang Mbah Soero, Waterboom, Rersort Kandi dan Museum Kereta Api sekaligus menikmati sejarah masa lalu dengan naik icon pariwisata Kota Sawahlunto yaitu Locomotive MAK ITAM.

Selain itu, para belia ini nantinya juga akan melakukan kunjungan dan Study Banding ke sekolah-sekolah di Sawahlunto, antara lain SMA 1 dan SMA 2, SMP 1 dan SMP 2 Kota Sawahlunto. Hal ini bertujuan agar adanya pertukaran ide antara Belia Terengganu dan Pelajar di Kota Sawahlunto. 

Selamat Datang Belia Trengganu... Selamat Menikmati Wisata Di Kota Sawahlunto.

1 DESEMBER 2010 ini telah menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Kota Sawahlunto, 122 Tahun sudah usia sebuah kota kecil yang hampir terlupakan ini. Dulu pada saat jaman penjajahan Belanda tepatnya Tahun 1888, kota ini dikenal sebagai penghasil batubara berkualitas terbaik. Kota ini juga bahkan pernah menjadi penopang perekonomian sumatera barat, bahkan salah satu aset berharga bagi Indonesia. Setelah PT. Bukit Asam Ombilin menghentikan penggalian batubara dari perut bumi, maka mulai lah kota ini seperti kota mati. Satu persatu masyarakatnya meninggalkan kota ini dan mencari nafkah ke negri orang. Karna sudah tidak ada lagi yang bisa di harapkan dari kota kecil ini.

Hingga akhirnya, datanglah seorang penyelamat dari Putra Sawahlunto Asli. Bapak Ir. H. Amran Nur yang mendapat amanah dari masyarakat Kota Sawahlunto sebagai Walikota periode 2003/2008 yang berpasangan dengan Fauzi Hasan, disaat itulah Amran Nur dengan mata basah dan suara sedikit parau karena sedih melihat nasib kota kelahirannya, melontarkan sebuah kata kepastian, “Saya (Amran Nur) pulang dari perantauan untuk membangun kembali kampung halaman.” Dan perlahan tapi pasti, sejak dipimpin oleh Ir. H. Amran Nur pada tahun 2003, Kota Sawahlunto menggeliat. Tangan dingin bapak dari 2 orang putri ini berhasil mengangkat nama Kota Sawahlunto kembali ke permukaan dan kejayaan. Sekarang, Sawahlunto bukan hanya dikenal sebagai penghasil Batubara, tapi juga sebagai sebagai daerah kunjungan wisata.

Kini gendang pariwisata berbunyi, satu persatu wajah kota maupun sarana penunjang mulai unjuk diri Sumbar pun terguncang oleh buah tangan putra daerah dari Talawi Kota Sawahlunto dan kota ini mulai dengan gebyar nya bendera pariwisata pun berkibar megah langkah menuju kepastian untuk menemui jati diri kota ini pun mulai menjadi buah bibir Sumbar.

122 hari jadi Kota Tambang yang berbudaya di Tahun 2010 tepatnya 1 Desember, masyarakat dan pemimpin kota ini beserta segenap anggota dewan maupun tokoh agama, bundo kanduang, tokoh adat unsur pelajar, perantau dan beragam suku daerah yang menghuni Kota Sawahlunto (Multi Etnis) akan melaksanakan ritual Tahunan yaitu makan bajamba yang berlokasi ditengah pusat Kota Sawahlunto.

Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur, yang didampingi Wakil Walikota H. Erizal Ridwan mengatakan, makan bajamba adalah satu tradisi adat Minangkabau di Sumatera Barat yang dilaksanakan dalam upacara adat, pesta adat dan pertemuan pertemuan penting lainnya. Masyarakat menggelar makan bajamba lengkap dengan petatah petitih oleh Pemuka Adat (datuk) serta dihadiri oleh seluruh lampisan masyarakat.

Makan bajamba adalah prosesi makan secara bersama-sama yang diawali dengan petatah petitih adat Minangkabau oleh Pemuka Adat (Datuk) secara haraflah makan bajamba dialam Minangkabau mengandung makna yang sangat dalam, prosesi makan bersama ini untuk memunculkan rasa kebersamaan yang tanpa melihat status masyarakatnya.

Hal ini yang menarik untuk teradisi makan bajamba di Kota Sawahlunto, masyarakat yang beragam suku etnis, hidup harmonis saling menghargai biarpun berbeda latar belakang dan suku terlihat pada saat merayakan hari jadi Kota Sawahlunto semua bersuka ria merayakan dan memeriahkan ulang tahun Kota dengan Motto: Walau Berbeda Suku dan Budaya Tetapi Satu Dalam Membangun Sawahlunto Menuju Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya.

Wednesday, November 24, 2010



Ada sebuah keunikan lain saat pertama kali aku naik dan ikut dalam sebuah perjalanan mengenang sejarah bersama "MAK ITAM" si Lokomotif Uap Seri E1060 buatan Jerman pada Tahun 1965 ini. Yaitu sebuah gua atau terowongan atau Lubang Kalam yang di lalui oleh MAK ITAM dalam perjalanannya dari Sawahlunto menuju Muaro Kalaban. Dulu, waktu aku masih duduk di bangku SD hingga SMP, aku telah berulang kali pernah masuk dan melewati terowongan ini dengan berjalan kaki bersama teman-temanku. Tapi tak pernah ada keinginan untuk menggali sejarah dan cerita di balik Lobang Kalam ini.

Terowongan atau Lobang Kalam ini berjarak hampir 1 kilometer (+/- 835 meter) terletak di antara Sawahlunto dan Muarokalaban. Dibangun sekitar tahun 1892-1894, terowongan ini menembus bukit berbatu cadas. Dalam sejarah yang aku dapat dari cerita masyarakat Sawahlunto ini, tidak sedikit jumlah tenaga kerja paksa dari pribumi dikerahkan oleh pemerintah Hindia Belanda demi mencapai tujuan agar dapat mengakut batubara sebanyak-banyaknya dari hasil ekploitasi di bumi Sawahlunto dan kemudian diperdagangkan dipasaran dunia.

Hingga kini, Lobang Kalam yang telah menelan banyak nyawa orang rantai, masih tetap berdiri kokoh dan dilintasi kereta api wisata Padang-Pariaman-Padangpanjang-Sawahlunto setiap hari minggu. Dan nuansa masa lalu akan lebih terasa jika anda melintasi Lobang Kalam ini dengan menaiki kereta api yang ditarik lokomotif uap ‘Mak Itam’. Koleksi foto untuk pembangunan Lobang Kalam ini, bisa anda nikmati di Museum Goedang Ransoem dan InfoBox Kota Sawahlunto.

Mari datang dan nikmati petualang mengasikkan bersama Mak Itam di Kota Sawahlunto. Cendana Homestay akan dengan senang hati melayani dan mananti Anda atang berkunjung..

Tuesday, July 6, 2010



PAKET PESTA PERNIKAHAN BERTEMPAT DI GPK SAWAHLUNTO
** PH PELAMINAN MINANG & JAWA – KOTA SAWAHLUNTO **

- PILIHAN PAKET –

PAKET  MINANG 1 – Rp. 20.000.000,- (untuk 500 porsi)
1.    Gedung dengan fasilitas standar (meja,kursi,sound system dan MC)
2.    Pelaminan lengkap sesuai dengan adat Minangkabau
3.    Tata rias (rias pengantin untuk resepsi dan rias penerima tamu 4 orang)
4.    Dekorasi (mini garden, umbul-umbul, buku tamu, tempat amplop)
5.    Catering Menu A
6.    Perlengkapan pesta (piring, sendok,buffe dan pelayanan)
7.    Musik Tradisional atau Organ (*pilih salah satu)
8.    Foto & Video ( Cetak 1 Album + 1 CD Video + 1 CD file foto )
9.    bonus 50 porsi untuk keluarga


PAKET  MINANG 2 – Rp. 25.000.000,- (untuk 800 porsi)
1.    Gedung dengan fasilitas standar (meja,kursi,sound system dan MC)
2.    Pelaminan lengkap sesuai dengan adat Minangkabau
3.    Tata rias (rias pengantin untuk resepsi dan rias penerima tamu 4 orang)
4.    Dekorasi (mini garden, umbul-umbul, buku tamu, tempat amplop)
5.    Catering Menu B
6.    Perlengkapan pesta (piring, sendok,buffe dan pelayanan)
7.    Musik Tradisional atau Organ (*pilih salah satu)
8.    Foto & Video ( Cetak 1 Album + 1 CD Video + 1 CD file foto )
9.    bonus 50 porsi untuk keluarga


PAKET MINANG 3 – Rp. 30.000.000,- (untuk 1.000 porsi)
1.    Gedung dengan fasilitas standar (meja,kursi,sound system dan MC)
2.    Pelaminan lengkap sesuai dengan adat Minangkabau
3.    Tata rias (rias pengantin untuk resepsi dan rias penerima tamu 4 orang)
4.    Dekorasi (mini garden, umbul-umbul, buku tamu, tempat amplop)
5.    Catering Menu C
6.    Perlengkapan pesta (piring, sendok,buffe dan pelayanan)
7.    Musik Tradisional atau Organ (*pilih salah satu)
8.    Foto & Video ( Cetak 1 Album + 1 CD Video + 1 CD file foto)
9.    bonus 50 porsi untuk keluarga

*** Harga dapat berubah sewaktu-waktu
      


- MENU CATERING -

1.    Paket  MENU A    Rp. 16.000,- / porsi 
- Nasi putih
- Air Mineral Gelas
- Daging : Rendang / Dendeng / kalio / asam padeh ( *pilihan )
- Ikan goreng tepung / Telur balado ( *pilihan )
- Capcai / selada ( *pilihan )
- Gulai cincang / nangka / rebung ( *pilihan )
- Kerupuk
- Buah / puding ( *pilihan )
- Cendol / Air Mata Pengantin ( *pilihan )

2.    Paket  MENU B    Rp. 17.500,- / porsi
- Nasi putih
- Air Mineral Gelas
- Daging : Rendang / Dendeng / kalio / asam padeh ( *pilihan )
- Ayam : Goreng / Gulai / kecap / bumbu ( *pilihan )
- Ikan goreng tepung / Telur balado ( *pilihan )
- Keripik kentang
- Capcai / selada / sup / soto ( *pilihan )
- Kerupuk
- Buah
- Puding
- Cendol / Air Mata Pengantin ( *pilihan )
- ( *pilihan )

3.    Paket  MENU C     Rp. 20.000,- / porsi
- Nasi putih
- Air Mineral Gelas
- Daging : Rendang / Dendeng / kalio / asam padeh ( *pilihan )
- Ayam : Goreng / Gulai / kecap / bumbu ( *pilihan )
- Ikan goreng tepung / Telur balado ( *pilihan )
- Keripik kentang
- Capcai / selada / asinan betawi ( *pilihan )
- Kerupuk
- Pondok Sate / Soto / Sop ( *pilihan )
- Pondok Buah
- Pondok cendol / Air Mata Pengantin ( *pilihan )
- Pondok pudding / snack ( *pilihan )
- Es cream

*** Menu Catering dapat disesuaikan



- PILIHAN NON PAKET -


1.    PELAMINAN MINANG
•    Rp. 2.500.000,- (Pesta Rumah : Dekor Pelaminan + Kamar & Rias Pengantin)
•    Rp. 3.500.000,- (Pesta Gedung : Dekor pelaminan+ taman & buffe)

2.    PELAMINAN JAWA
•    Rp. 2.000.000,- (Pesta Rumah : Dekor Pelaminan + Kamar & Rias Pengantin)
•    Rp. 3.000.000,- (Pesta Gedung : Dekor pelaminan+ taman & buffe)

3.    HIBURAN
•    Tari Gelombang dengan Musik Tradisional : Rp. 2.500.000,- /paket
•    Musik Tradisional + MC + Penyanyi + Tari Tradisional : Rp. 3.000.000,- /hari
•    Malam bainai : Rp 500.000,- /paket
•    Organ Tunggal + Penyanyi : Rp. 1.500.000,-/hari

4.    DOKUMENTASI
•    Foto (1 Album & semua file foto-CD) + Video (1 CD) : Rp. 1.500.000,-

5.    TENDA
•    Harga berkisar antara Rp. 500.000,- s/d Rp. 2.500.000,- (harga dapat disesuaikan tergantung luas lokasi pesta)


*** Harga dapat berubah sewaktu-waktu
*** Pilihan non paket Tidak termasuk harga sewa gedung


CONTACT PERSON :
Hj. KAMSRI BENTY
JL. SUKOSARI TANGSI BARU RT 04 RW 02
TELP : 0754-61017
HP : 081374047179






SANGGAR SENI PARMATO HITAM
Group Leader : Hj. Kamsri Benty. M, SE



Place of Development :  Sawahlunto City / June 3,  2001
E-mail : parmatohitam@yahoo.co.id & parmatohitam@gmail.com
Website : http://parmatohitam.multiply.com.
Facebook :Kunjungilah Facebook Kami

1. PERSONIL dan ALAT MUSIK

*** PENARI ***

1.  Yuliarni, S.Sn
2.  Kharisma Pratiwi
3.  Mega Sisriani
4.  Dhitya Varrisa Utami
5.  Cici Ramadhani
6.  Herlen Siska
7.  Vony Syarah
8.  Vina Elwa Siste
9.  Yanti Ningsih
10. Lisa Mei Suriani.
11. Afrizal, SPd

*** PEMUSIK dan PENYANYI ***


1.   Sayful Bahri : Accordeon, Bansi, Saluang, Tasa
2.   Edy Sartono : Guitar Bass, Bass Gendang, music bambu
3.   Samsul Bahri : MelodiTalempong, Saluang, Suling
4.   Adril : Canang Talempong, Percussion, Bass, Gendang
5.   Vicky : Rhythm Talempong, Kecapi, music bambu
6.   Rivon Ardi Pratama : Gendang Minang, Gendang Jawa, Gendang Sunda, Percussion, music bambu
7.   Yogi Andika HL : Clarinet
8.   Lulu Patricia Laser : Rhythm Talempong, Music bambu, Voice
9.   Ajum : Biola
10. Riska : Dendang Tradisional
11. Rina : Voice / Vocal
12. Aci : Voice / Vocal

2. ALAT MUSIK YANG DIMILIKI

1 Set Melodian Talempong   
2 Set Rhythm Talempong    
1 Set Canang Talempong    
1 Pc Violin                
1 Pc Accordion               
1 Pc Clarinet                  
1 Pc Saluang             
1 Pc Bansi             
1 Pc Bass Kendang                 
2 Pcs Gendang Minang             
1 Set Gendang Sunda Lo Hi         
2 Pcs Cymbal                 
1 Pc Tasa                   
1 Pc Tamborin             
1 Pc Bass Guitar              
1 Set Instruments from bamboo
           
3. REFERENSI

1.   Walikota Sawahlunto. : (0754) 61062.
2.   Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta.
3.   Panitia Festival Tari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Melaka. Malaysia
4.   Panitia Festival Gendang Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah (MBMB), Malaysia
5.   Panitia Gelar Tenun Tradisional Indonesia, Jakarta
6.   Departemen Perindustrian dan Koperasi Republik Indonesia, Jakarta
7.   Panitia Festival Tari Daerah Indonesia, Jakarta
8.   Konsultan Songket Tradisional (Ny. Wakil Presiden), Jakarta.
9.   Panitia Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Singapura.
10. Panitia Pekan Budaya Propinsi Sumatera Barat, Padang (UPTD Nuseum Adityawarman.
11. Panitia Pameran Dagang dan Industri ( PEDATI ), Kota Bukittinggi.
12. Manager Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), Jakarta.
13. PT. Golden Gate Mandiri, Batam Island
14. Persatuan Keluarga Minang Batam ( PKSB )
15. Departemen Televisi Republik Indonesia Sumatera Barat, Padang.
16. Kedutaan Besar Republik Indonesia, Singapura.
17. Parlemen Sembawang ( The Jelutung ), Singapura.
18. Institute Melayu Malaysia
19. Panitia Festival Tari Melayu Malaysia
20. Panitia PORDA Sumatera Barat , Muaro Sijunjung.
21. Taman Budaya Propinsi Sumatera Barat, Kota Padang.
22. Persatuan Keluarga Minang Negeri Sembilan, Malaysia.
23. Panitia Promosi Bank Nagari Sumatera Barat, Padang.
24. Travel Shaan Holidays Sumatera Barat, padang.

4. PENGALAMAN PERTUNJUKAN / PEMENTASAN

1.   Juli 2008 : Pertunjukan di Pulau Batam , Undangan Direktur PT. Golden Gate Mandiri, Batam Island.
2.   Juli 2008  : Pertunjukan di Gedung Politeknik Pulau Batam, undangan Ketua Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB), Batam.
3.   Juli 2008  : Pertunjukan pada acara Enchanting Indonesia 2008 di Thakasimaya Mall,Undangan KBRI Singapura
4.   Juli 2008  :  Pertunjukan di Gedung Jelutung daerah Sembawang di Singapura (Komplek Anggota Parlemen Singapura).
5.   Juni 2008  : Pertunjukan di Taman Budaya Sumatera Barat (Gelar Tari Tradisional).
6.   Juni 2008  : Pertunjukan pada acara Peresmian Pusat Inovasi Tenun Pandai Sikek Kab. Tanah Datar, atas undangan Nyonya Wakil Presiden
7.   Mei 2008  : Pertunjukan di Pangeran Beach Hotel pada acara Sumatera International Travel Fair 
8.   April 2008 : Pertunjukan pada acara Penyambutan Menteri Sosial Republik Indonesia, di Sawahlunto.
9.   April 2008 : Pertunjukan pada acara Penyambutan Menteri Pendidikan RI, di Kota Sawahlunto.
10.  April 2008 :  Penyambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, di Sawahlunto.
11.  Aug 2007 :  Pertunjukan di Taman Warisan, Singapura ( pada acara Peresmian Miniatur Rumah Adat Minangkabau sumbangan Pemerintah Kota Sawahlunto).
12.  Juli 2007 :  Pertunjukan di Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat (pada acara Pekan Budaya Sumatera Barat). Kota Padang
13.  Juli 2007 :  Pertunjukan pada acara Beautiful Moment of Sawahlunto (AN TV), Jakarta.
14.  Maret 2007 :  Pertunjukan pada acara Penyambutan Menteri Sosial dan Perumahan Rakyat di Sawahlunto.
15.  Juni 2006 :  Pertunjukan di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC) pada acara Gelar Tenun Nasional, atas undangan Departemen Perindustrian dan Koperasi RI, di Jakarta.
16.  Juni 2006 :  Pertunjukan di Gedung Sapta Pesona Departemen Pariwisata dan Budaya Republik Indonesia, di Jakarta.
17.  Aug 2005 :  Pertunjukan di Taman Mini Indonesia Indah dalam rangka Festival Tari Daerah Indonesia ( Undangan Manager TMII )
18.  Aug 2005 :  Pertunjukan di Istana Presiden Republik Indonesia, pada acara Promosi Budaya undangan Panitia Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
19.  Aug 2005 :  Pertunjukan pada acara Persatuan Perantau Sawahlunto atas undangan Mayor Jendral Asril Tanjung ) di Jakarta
20.  April 2005 :  Pertunjukan di Kota Malaka pada acara Pesta Gendang Nusantara 8  Malaysia.
21.  April 2004 :  Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah (Pesta GendangNusantara 7) di Melaka Malaysia.
22.  April 2004 :  Pertunjukan di Kota Kuala Lumpur pada Acara Festival Tari Rumpun Melayu  undangan DMDI Malaysia.
23.   dan lain-lain yang tak dapat disebutkan satu persatu....


5. PENGHARGAAN YANG DITERIMA 

1.   Tahun 2004 : Pemenang Lomba Tari Minang Tradisional tingkat Kota Sawahlunto dari Walikota Sawahlunto.
2.   Tahun 2004 : Pemenang Lomba Tari Minang Tradisional tingkat Propinsi Sumatera Barat dari Gubernur Sumatera Barat.
3.   Tahun 2004 : SIJIL Penghargaan dari Ketua Menteri Melaka dan Datuk Bandaraya Melaka Bersejarah (Malaysia)
4.   Tahun 2005 : SIJIL Penghargaan dari Ketua Menteri Melaka dan Datuk Bandaraya Melaka Bersejarah (Malaysia)
5.   Tahun 2005 : Penghargaan Tari Unggulan Indonesia dari Panitia Festival Tari Daerah Tingkat Nasional , TMII Jakarta.
6.   Tahun 2006 : Piagam Penghargaan dari Menteri Perindustrian dan Koperasi Republik Indonesia dalam rangka “ Gelar Tenun Tradisional Indonesia” di Jakarta Convention Centre. 
7.   Tahun 2006 : Penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada acara  penampilan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
8.   Tahun 2007 : Penghargaan dari Panitia Dunia Melayu (DMDI), Taman Warisan, Singapura.
9.   Tahun 2008 : Penghargaan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura dalam acara “ Enchanting Indonesia 2008 “. Untuk mensukseskan Visit Indonesia Year 2008 di Singapura.
10.  Tahun 2008 : Penghargaan dari Ketua Parlemen Singapura dalam acara Pertemuan antara Parlemen Singapura dengan Perantau Minang di Singapura.


6. KOLEKSI TARIAN

1.  
Tari Kancah Budaya, Berkisah tentang kehidupan masyarakat kota Sawahlunto yang multi Etnis  tetapi tetap harmonis dan hidup saling menghargai budayanya.
2.  
Tari Tanun, Yaitu Tari Unggulan tingkat Nasional , berkisah tentang proses pembuatan tenun secara tradisional di daerah Silungkang Kota Sawahlunto.
3.   Tari Indang, Berkisah tentang masuknya agama islam ke Sumatera Barat Lubuk Nago
4.   Tari Asyik Luka, Berkisah tentang permainan anak nagari pada saat menggembalakan ternak kerbau.
5.  
Tari Piring, Tarian ini dilakukani diatas pecahan kaca, berkisah tentang bersuka ria pada waktu Panen Padi di daerah Sumatera Barat
6.   Tari Zapin, Yaitu tarian yang ditarikan oleh anak remaja yang sedang bersukaria  (Tarian melayu )
7.   Tari Kipas, Yaitu tarian yang berasal dari daerah Pulau Sulawesi Indonesia.
8.   Tari Pasambahan, Yaitu tarian untuk menyambut kehadiran tamu agung atau tamu kehormatan
9.   Tari Kreasi dari daerah Kalimantan
10.  Tari Kreasi dari daerah Jawa
11.  Tari Kreasi dari daerah Tapanuli
12.  Dan banyak lagi lainnya


7. KEGIATAN KESENIAN LAIN YANG DIBINA

1.   Kuda Lumping / Kuda Kepang ( Kesenian Jawa ).
2.   Randai ( teater traditional Minangkabau.)
3.   Kelompok Vocal.
4.   Musik Band Pemerintah Kota Sawahlunto.
5.   Group Fhasion Show Busana Traditional / Kreasi (bekerjasama dengan Pemerintah).
6.   Group musik Campur Sari.
7.   Gamat ( Kesenian Melayu / Minang ).
8.   Pencak Silat Traditional dan Galombang.
9.   Ritual Budaya Traditional Minang / Jawa / Tapanuli ( Multi Etnis Kota Sawahlunto ).
10. Group Musik Traditional Minang Kabau. 

Saturday, June 6, 2009

Akhirnya,...
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya dia hadir juga.
Demi menunjang promosi pariwisata kota sawahlunto, dan menarik minat wisatawan lokal atau mancanegara agar datang berkunjung ke sawahlunto, maka akhirnyaa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto berhasil meluncurkan web pariwisata di url :

www.sawahlunto-tourism.com

Saya sebagai orang sawahlunto, merasa bangga akan langkah tepat yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto ini. Tampak sekali keseriusan DINPAR ini untuk memperkenalkan kota wisata sawahlunto ke seluruh penjuru negri.

Memang tak bisa dipungkiri, Website (web) adalah media yang paling banyak digunakan oleh para pengusaha guna mempromosikan barang atau jasa yang mereka tawarkan. Bahkan saat ini, banyak negara/daerah yang juga sudah melakukan promosi pariwisata melalui media web. Sebut saja Singapore, Hawaii, Bali, Sarawak, Malaysia dan banyak lagi yang lainnya. Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa Web sudah menjadi media promosi yang sangat bernilai positif.

Website (situs) di klaim menjadi salah satu icon wajib bagi dunia marketing modern untuk dikembangkan secara dinamis di setiap organisasi. Baik profit maupun non-profit. Kebutuhan dunia akan informasi menjadi terpenuhi ketika mereka mulai terkoneksi dengan jaringan internet. Dan bagi para calon wisatawan, internet sudah menjadi acuan penting sebelum mengunjungi lokasi wisata tersebut. Dengan adanya official website dari tempat pariwisata yang ingin mereka kunjungi, mereka akan merasa lebih terbantu dalam memutuskan untuk datang dan berkunjung ke lokasi tersebut. Jika dilihat dari sisi promosi, dengan adanya Website, maka dinas pariwisata akan selalu melakukan promosi selama 24 jam setiap harinya dan tanpa henti.

Akhirnya, saya ucapkan selamat atas diluncurkannya

www.sawahlunto-tourism.com

semoga kota sawahlunto akan lebih dikenal di belahan dunia mana pun. Dan semoga saja, kehadiran web ini, akaan meningkatkan pendapatan daerah dan juga peningkatan ekonomi kemasyarakatan .

Maju terus PARIWISATA KOTA SAWAHLUNTO...!! KAMI MENDUKUNGMU...!!